[REVIEW MOVIE] Charlie and The Chocolate Factory

By Ekata Keju - Februari 03, 2024




Dear Para Pembaca, sampai dimana kamu berani bermimpi?

 Q : Sampai mana kamu akan mengejar mimpimu?

A:
  • Mengikuti kata hati?
  • Melanggar peraturan?
  • Diusir dulu lalu gerak?

Mengejar mimpi, bukanlah sesuatu hal yang tidak mungkin tidak terjadi. Mimpi adalah sesuatu yang bisa menjadi sangat mahal untuk seseorang dalam meraihnya. Seperti hal-nya mimpi yang ada di film yang satu ini.

Mimpi milik seorang Pembuat coklat yang hebat sepanjang masa, Willy Wonka.

Apakah Para Pembaca familiar dengan namanya? Kalau iya, selamat! Nama Wonka baru-baru ini kembali menghiasi layar lebar, sekitar dua bulan yang lalu tepatnya pada tanggal 15 Desember 2023, dengan peran utama yang diperankan oleh Timothée Chalamet.

Sebagai bentuk sambutan hangat untuk film terbaru ini, Ekata dan para penulis dari Sabtu Moviedate bersama kak Asri, kak Febi, dan kak Vera akan menyajikan ulasan film yang pasti bikin penasaran.

Bukan ulasan untuk film terbarunya, melainkan versi adaptasi kedua dari tokoh Willy Wonka ini berjudul Charlie and The Chocolate Factory tahun 2005. fakta menarik, film Willy Wonka ini sudah diadaptasi tiga kali lho.

SINOPSIS

Pada sebuah kota yang saat itu salju turun dengan lebatnya, pemilik pabrik coklat misterius Willy Wonka, membuat pengumuman sensasional untuk seluruh dunia. Tiba-tiba dia hendak mengundang lima anak yang beruntung mendapatkan tiket emasnya untuk masuk ke pabriknya itu.

Tidak heran, berita ini menggemparkan seluruh dunia. Termasuk pada kehidupan seorang anak dari keluarga kurang mampu bernama Charlie Bucket. Dia yang mengidolakan Willy Wonka dari cerita sang kakek.

Akankah Charlie mampu bersaing dengan anak-anak lain yang juga berharap mendapatkan 'Golden Ticket' ini? Dan apakah segala pengorbanannya akan sepadan ketika ia akhirnya mengungkap rahasia besar di balik Pabrik Coklat yang penuh misteri tersebut?

REVIEW EKATA

Seperti pada film adaptasi dari novel lainnya, sang director film Tim Burton berhasil membawa keajaiban dunia Willy Wonka ke dunia nyata. Visual yang ditampilkan tidak main-main karena pada faktanya, segala hal tentang coklat di film ini adalah asli, lho.

Jadi bisa dibayangkan efek untuk para penontonnya. Ekata saja yang berusia sekitar delapan tahun ketika pertama menonton film ini sampai merengek pada keluarganya untuk dicarikan tiket-nya. hehe..

Film ini dengan pintar membawa nuansa nostalgia pada masa anak-anak yang penuh imajinasi itu. Charlie Bucket benar-benar dibuat menjadi seorang protagonis yang masih polos melihat dunia, melihat kebahagiaan yang ingin diraihnya.

Pembawaan karakter yang dilakukan para aktor-nya juga patut diancungi jempol. Bukan hal yang mengejutkan jika Jhonny Deep sangat sukses memerankan Willy Wonka di sini. Perasaan, mimpi, hingga ketakutan yang dialami Wonka sangat terasa hingga membuat orang bersimpati.

Namun, selain itu juga memberi pesan jelas akan pengorbanan dan konsekuensi dengan sesuatu yang kita pilih.

Scene kesukaan saya pada film ini tentu dunia coklat yang disajikan dan oh! Jangan lupakan betapa pintarnya tupai-tupai di sini untuk memilih mana hal yang baik dan buruk.

PADA AKHIRNYA?

Sebuah tontonan menarik untuk sendiri atau bersama keluarga. Pembawaannya yang ringan dengan musikal yang tidak berlebihan akan membuatmu merasakan sensasi menonton dengan nuansa nostalgia akan keinginan sederhana pada masa anak-anak.

Serius, Ekata rasa film keluarga musikal ini memiliki perbedaan yang ketara dengan film keluarga musikal jaman sekarang.


Bikin kangen masa-masa itu, bagaimana menurutmu Para Pembaca?

Salam hangat di bulan hujan ini,
Ekata. 

Oknum yang sedang mendengar lagi ‘Pure Imagination’ versi Gene Wilder, si Willy Wonka adaptasi pertama-nya di tahun 1971.

  • Share:

You Might Also Like

3 comments