[REVIEW] SHADOW : Dia yang Datang dari Mimpi

By Ekata Keju - Januari 28, 2024

Novel itu berjudul SHADOW. Sebuah novel karya penulis Faradita. Diterbitkan oleh Falcon Publishing yang kujumpai di salah satu Gramedia Jakarta...

Question :

Bagaimana Jadinya, jika bayangan muncul secara nyata dari mimpi kita semalam?

Answer :

a. Teriak
b. Pingsan
c. Bangun sebentar terus bobo lagi.

Terkadang sebuah mimpi datang pada kita bagai sebuah gambaran yang nyata. Begitu dekat seakan bisa diraih walau tidak terasa. Namun, beda dengan apa yang dialami oleh pemeran utama kita kali ini.

Apa yang diimpikannya malah menjadi nyata dan mengikutinya bahkan di luar mimpi.

Bagaimana bisa?

Jika dilihat dari ilustrasi sampul yang dibuat oleh @designgedang, kita akan langsung tahu Genre-nya. Didukung dengan perpaduan warna dan sinopsis buku ini.


Yuk Kenalan Dengan Bukunya.


Judul Buku                   : SHADOW
Penulis                          : Faradita
Penerbit                        : Falcon Publishing
Cetakan Pertama      : Februari, 2020
ISBN                               : 9786026714619

SINOPSIS 


“Karena aku adalah bayangan yang akan menemanimu bahkan di gelap sekalipun.” -Damian Black.

Dalam mimpi Alicia bertemu dengannya. Seorang pria bermata biru dengan tatapan yang dalam. Pria itu mengejarnya, terus, tak pernah menyerah. Hingga di satu titik, ia terjatuh dan entah mengapa Alicia mengulurkan tangannya menolong pria itu. Menariknya, masuk ke dalam kehidupan Alicia yang nyata.

Pria itu, Damian Black, kini ada di sisinya, mengikuti setiap langkahnya. Melindungi Alicia dari bahaya yang tiba-tiba muncul. Tapi, apakah pria itu memang malaikat pelindungnya? Atau sekadar Bayangan yang mendatangkan mara bahaya?"


Dilihat dari sinopsis di atas, sudah jelas novel ini adalah novel dengan tema Romance-Fantasy. Penulis dengan lihai merangkai kata yang dapat langsung menarik minat calon pembelinya, termasuk saya yang langsung tertarik.

Apalagi penggunaan kata ‘mimpi’. Jujur, itu bintang-nya yang membuat saya membeli buku ini.

Apa yang akan terjadi dengan mimpi yang menjadi nyata?

REVIEW KEJU

Dari segi sampul, buku ini berhasil memberikan nuansa magis dengan warna berdominasi biru. Saya sangat tertarik dengan pergambaran pedang beserta kedua tangan yang berasal dari eksistensi berbeda. Di sini juga diberikan petunjuk berupa sebuah visual yang menjadi penghubung antar karakter.

Tentunya, petunjuk itu dapat diartikan oleh pembaca yang membaca buku ini 😀

Sejujurnya saya sendiri memang telah beberapa bulan memiliki buku ini, tetapi entah kenapa baru membaca di bulan ini dan ternyata buku ini bisa menjadi teman kita dikala santai.

(Memang benar, jangan menilai hanya dari sampulnya saja)

Pembawaan alur dan cerita di dalamnya bisa dikatakan ringan. Penulisan yang menggunakan POV 3 mempermudahkan perpindahan sudut pandang dari cerita ini. Walau begitu saya pribadi yakin bahwa cerita ini lebih condong ke sudut pandang perempuan utama kita. Alicia.

Awalnya, kita akan dibawa untuk memahami betapa kesepiannya sang pemeran utama dan betapa bahagianya dia ketika sosok di mimpinya bisa datang untuk menemaninya. Bagaimana hari-hari mereka dilalui hingga sekitar bab pertengahan sesuatu yang aneh terjadi.

Dimana ada percakapan yang membuat kita bertanya, sebenarnya bayangan ini baik atau jahat? Mengapa dalam mimpi Alicia—pemeran utama ia selalu berlari menjauhi Damian sang bayangan sebelum akhirnya berbalik karena kasihan?

Memang terdengar klise dan akhiran dari pertanyaan besar ini memiliki jawaban yang sama dengan dugaan saya di awal.

Namun, seperti yang saya bilang sebelumnya cerita yang dibawakan ringan. Alurnya mengalir dengan pembahasan yang dapat langsung dimengerti. Saya sangat enjoy karena penulis menggambarkan semua kejadian dengan rapi tanpa kesan dipaksakan.

Apalagi perkembangan karakternya. Tidak dipaksa dan mengalir dengan wajar. Tidak ada ke plin-plan an karakter yang membuat saya bertanya. Sebuah hal yang jarang saya dapatkan dari cerita lokal dengan unsur fantasi.



AKHIRNYA...

Ini menjadi cerita yang cocok dinikmati di waktu istirahat, terutama setelah mengalami rutinitas hari yang sama. Walaupun ada pertanyaan yang muncul dan tidak terasa dijawab dibuku ini (mungkin ini sebenarnya bukan maksud dari sang penulis atau hanya menjadi penarik perhatian oleh penulis, tetapi sampai sekarang saya sangat penasaran dengan pertanyaan yang tiba-tiba muncul itu), secara keseluruhan saya puas dengan ending-nya.

Apa kamu tertarik membaca buku ini? Ekata Keju mengakui novel ini memang pas diberi rating 3,7/5 lho..

  • Share:

You Might Also Like

4 comments